Rekomendasi Workshop Pencegahan Hepatitis dikalangan Petugas Kesehatan

Posted July 18, 2011 by ampuhpeduli
Categories: hepatitis

Tags:

Setelah mendengarkan  arahan Dirjen  P2PL,  penyajian  Prof.  Ali  Sulaiman  tentang masalah Hepatitis B pada petugas kesehtan serta hasil diskusi kelompok dan pleno maka workshop merekomendasikan:

1. Perlunya  meningkatkan  kepedulian  terhadap  pengendalian  Hepatitis  B 
dikalangan  Petugas kesehatan.

2. Perlunya panduan pencegahan Hepatitis B dikalangan petugas kesehatan yang 
dapat digunakan diberbagai jejang layanan kesehatan

3. Lembaga  pendidikan  kesehatan  perlu  melaksanakan  pembelajaran 
sehingga  peserta  didik mampu  melindungi  diri  dari  penularan 
Hepatitis  B,  baik  melalui  pengamalan  kewaspadaan universal  maupun 
vaksinasi Hepatitis B

4. Layanan  kesehatan  perlu  menyiapkan  sarana  dan  peralatan  untuk 
pelaksanaan  pencegahan infeksi termasuk untuk Hepatitis B

5. Layanan kesehatan perlu mempunyai standar penatalaksanaan  
pencegahan pasca paparan dan dapat melaksanakan 
penatalaksanaan  tersebut tanpa  membebani  petugas kesehatan.

6. Secara  nasional  pemerintah  diharapkan  dapat  memfasilitasi 
penyuluhan  dan  pencegahan penyakit  Hepatitis  serta  menyediakan 
sarana  diagnostik  dan  terapi  yang  terjangkau  oleh masyarakat

7. Perlunya meningkatkan penelitian‐penelitian mengenai hepatitis 
virus di Indonesia

Jakarta, 12 Juli 2011

Panitia Pelaksana :
Satgas Imunisasi Dewasa dan Pokja Hepatitis Virus

Peserta :

1. IDI
2. PDUI
3. PDGI
4. PPNI
5. PDGI
6. PPGI
7. IBI
8. ILKI
9. PERSANA
10. Subdit RSP Kemkes RI

11. PAPDI
12. PDLPI
13. Fakultas Kedokteran Umum UI
14. Fakultas Kedokteran Gigi UI
15. Fakultas Ilmu Keperawatan UI
16. Poltekkes Jakarta 1
17. Poltekkes Jakarta 3
18. D4 Kebidanan Poltek 3
19. SMIKM FKUI
20. AMPUH Indonesia

Apa yang sebaiknya kita ketahui?

Posted July 6, 2011 by ampuhpeduli
Categories: hepatitis

Hepatitis berarti radang hati dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab hepatitis kronis yang paling umum adalah infeksi virus. Hepatitis B dan C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan virus hepatitis C.

Kedua virus itu secara bersama-sama telah dilaporkan membunuh sekitar 1 juta orang setahun di seluruh dunia, hampir 500 juta orang saat ini terinfeksi hepatitis B atau C kronis, serta 1 dari 3 orang telah terkena salah satu atau kedua virus tersebut. Tidak seperti hepatitis C, hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi yang efektif.
Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa dan disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB).

Penyakit ini merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia dan jenis yang paling serius dari hepatitis virus, yang mengenai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan hepatitis C. Penderita yang menjadi kronis terinfeksi dengan VHB berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami sirosis hati dan kanker hati.

Empat cara utama penularan HBV adalah kontak seksual, transmisi parenteral dari ibu ke bayi saat lahir (melalui kulit atau melalui pembuluh darah), dan melalui cairan tubuh yang terinfeksi.
Di seluruh dunia, sekitar 2 miliar orang diperkirakan telah terinfeksi virus hepatitis B dan lebih dari 350 juta telah menjadi infeksi hati kronis.

Sebuah vaksin untuk melawan hepatitis B telah tersedia sejak 1982, telah diberikan kepada hampir semua bayi, dan dimasukkan ke dalam program imunisasi nasional di banyak negara, termasuk di Indonesia. Vaksin hepatitis B mencapai tingkat efektivitas 95 persen dalam mencegah infeksi kronis VHB sehingga dianggap sebagai vaksin pertama untuk melawan penyakit kanker.

Hepatitis B seri imunisasi primer terdiri dari tiga dosis vaksin dengan dosis pertama diberikan secepat mungkin setelah bayi lahir.
Sampai akhir 2009, 46 negara di Eropa telah melaksanakan imunisasi hepatitis B universal dengan 29 negara menerapkan imunisasi universal bayi yang baru lahir, 15 negara menerapkan imunisasi bayi pada usia 2-3 bulan, 3 negara menerapkan pada anak-anak dan remaja, serta 6 negara menerapkan vaksinasi untuk orang dewasa dengan risiko tinggi oleh karena perilaku seksual dan pengguna narkoba suntik. Virus hepatitis C (VHC) merupakan penyebab utama dari hepatitis akut dan penyakit hati kronis.

Secara global, 130-170 juta orang diperkirakan terinfeksi dengan VHC kronis dan 3-4 juta yang baru terinfeksi setiap tahun. VHC menular terutama melalui kontak langsung dengan darah manusia dan terutama ditularkan secara parenteral dan vertikal dari ibu ke anak.

Penyebab utama dari infeksi VHC di seluruh dunia adalah penggunaan transfusi darah tanpa diskrining ketat, penggunaan kembali jarum atau jarum suntik yang tidak disterilkan secara memadai.

Berbagi jarum, jarum suntik dan perlengkapan medis oleh pengguna narkoba suntikan merupakan kontribusi infeksi yang signifikan, terutama di Eropa.

Hepatitis C kronis menyebabkan risiko lebih tinggi terjadinya sirosis dan kanker hati. Saat ini belum ada vaksin terhadap VHC yang tersedia.

Beberapa tindakan pencegahan yang efektif, termasuk skrining, tes darah, dan donor organ yang lebih ketat, penggunaan produk plasma darah yang diperketat, pengendalian infeksi yang lebih baik dan praktik injeksi yang aman dalam perawatan pasien di rumah sakit.

Hepatitis B Lebih Infeksius dari HIV

Posted July 6, 2011 by ampuhpeduli
Categories: hepatitis

MASYARAKAT selama ini begitu akrab dengan istilah HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dikenal sangat berbahaya karena menimbulkan kematian bagi pengidapnya. Namun, tak banyak orang tahu bahwa selain HIV, ada virus yang tak kalah berbahaya dan bahkan jauh lebih infeksi, yakni virus Hepatitis B.

Seperti diungkap Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dr Unggul Budihusodo SpPD-KGEH, virus hepatitis B adalah virus yang patut diwaspadai karena 100 kali lebih infeksi ketimbang HIV dan 10 kali lebih mudah menginfeksi dari hepatitis C. “Di dunia, jumlah pengidap hepatitis B kronik diperkirakan sekitar 250 juta dan penderita hepatitis C sekitar 150 juta. Sedangkan penderita HIV tidak sampai separuhnya atau kurang lebih sekitar 100 juta orang,” kata dr Unggul di Jakarta, Selasa, (17/6).

Ia menambahkan, virus hepatitis C sebenarnya tak kalah menakutkan dari HIV mengingat masalah yang ditimbulkan virus ini jauh lebih besar. Namun, karena gaung HIV yang lebih besar, kesadaran masyarakat akan ancaman virus ini masih rendah. “Ini tidak lepas dari fakta bahwa berita-berita HIV sering di-blow-up oleh media massa ketimbang hepatitis B atau hepatitis C,” ungkapnya.

Dari sisi ancaman bagi kesehatan, dr Unggul menjelaskan, HIV dan hepatitis B tidak jauh berbeda. Penyakit akibat virus HIV dan hepatitis B adalah dua jenis yang hingga saat ini belum bisa disembuhkan secara total.

“Bila seseorang terkena penyakit ini, biasanya harus meminum obat seumur hidup untuk mengatasinya, sedangkan sebagian besar pasien hepatitis C sudah bisa disembuhkan secara total dengan pengobatan tertentu,” ujarnya.

Selain itu, hal yang patut diwaspadai dari hepatitis B adalah penyakit ini merupakan penyebab utama terjadinya kanker hati bersama dengan hepatitis C. “Sekitar 90 persen pasien penderita kanker hati adalah juga penderita hepatitis B atau C,” ungkapnya.

Di Indonesia, lanjut dr Unggul, prevalensi penularan hepatitis B termasuk tertinggi di dunia bersama negera-negara Asia Pasifik lainnya. “Prevalensi infeksi hepatitis kronik di Indonesia rata-rata mencapai 5-10 persen dari total jumlah penduduk,” ujarnya.

Obat Murah untuk Hepatitis Diharapkan Sudah Tersedia 2012

Posted June 30, 2011 by ampuhpeduli
Categories: hepatitis

Tags:

Jakarta, Obat murah untuk hepatitis khususnya yang disebabkan oleh virus, sangat dibutuhkan karena dikonsumsi dalam jangka panjang. Hepatitis B mendapat perhatian lebih karena paling berpeluang untuk menjadi kronis dan memicu sirosis hati (hatinya menyusut).

Jenis hepatitis yang satu ini juga bisa berkembang menjadi kanker hati, salah satu dari 10 jenis kanker paling banyak dialami orang Indonesia. Jika sudah sampai separah itu, maka tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya kecuali transplantasi hati yang sangat mahal.
Sementara untuk mengonsumsi obat-obatan agar tidak berkembang makin parah, saat ini harganya relatif mahal karena beberapa masih dilindungi paten. Salah satunya adalah injeksi interferon yang harganya mencapai Rp 60-100 juta, meski dijamin sembuh dalam waktu 6-12 bulan.

Sebenarnya ada pilihan lain yakni tablet antivirus, namun tidak ada jaminan untuk sembuh karena sifatnya hanya mengontrol agar tidak semakin parah. Kadang harus dikonsumsi seumur hidup, padahal lebih meski murah dari injeksi harganya tetap berkisar di atas Rp 500 ribu/bulan.

Anggota Persatuan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI FACP mengatakan ada 2 cara untuk mengupayakan obat murah bagi penderita hepatitis yang harus minum obat dalam jangka panjang. Keduanya butuh dukungan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

Cara yang pertama adalah melalui compulsary licence, atau pembebasan paten oleh pemerintah. Artinya obat-obatan yang masih dilindungi paten akan dibuatkan versi generiknya oleh pemerintah, dengan ganti rugi tertentu bagi perusahaan yang memegang hak patennya.

Salah satu syarat untuk melakukan compulsary licence adalah, obat tersebut nantinya harus dibagikan secara gratis. Peraturan yang berlaku melarang pemerintah untuk mengupayakan compulsary licence jika akhirnya obat tersebut dijual, sekalipun dengan harga murah.
Sedangkan cara kedua adalah melalui kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan obat yang memegang paten. Dengan cara ini, obat bisa dijual dengan sangat mudah dari yang tadinya Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta menjadi sekitar Rp 100 atau 200 ribu.

Prof Samsuridjal mengatakan, langkah apapun yang nantinya diambil oleh pemerintah akan sangat ditunggu karena nasib para pengidap hepatitis sangat tergantung pada kebijakan tersebut. Karenanya ia berharap, tahun depan langkah-langkah menuju ke sana sudah mulai bisa dijalankan.
Pemerintah sendiri sangat mendukung obat murah untuk hepatitis dengan mengangkat isu ini di forum WHO, namun pelaksanaannya banyak mengalami hambatan. Maka itu Persatuan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) berharap program ini mulai direalisasikan tahun depan (2012).

“Hepatitis bisa menjadi isu dunia salah satunya karena Menkes kita yang membawanya ke forum WHO, bersama-sama dengan Brazil dan Columbia. Karena itu saya optimistis Menkes pasti mendukung. Tinggal prosedur dan peraturannya saja yang masih harus dijalankan,” ungkap Prof Samsuridjal saat ditemui detikHealth usai seminar Meningkatkan Upaya Pencegahan dan Penatalaksanaan Hepatitis di RS Cipto Mangunkusumo, Selasa (7/6/2011).

Orang Dewasa 100 Kali Lebih Rentan Meninggal Karena Tak Divaksin

Posted June 30, 2011 by ampuhpeduli
Categories: hepatitis

Tags:

Masyarakat menganggap vaksinasi hanya perlu diberikan pada anak-anak untuk membentuk daya tahan tubuhnya. Padahal orang dewasa pun sebenarnya perlu. Hanya saja vaksin untuk orang dewasa kurang mendapat perhatian.
Hal itu disampaikan oleh Prof DR dr. Samsuridjal Djauzi SpPD, KAI, FACP, FINASIM, anggota PAPDI dan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa dalam seminar ‘Adults Vaccination: Cost vs Investment’ di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).
“Imunisasi untuk orang dewasa kurang diperhatikan karena kurangnya informasi mengenai efektivitas, belum ada pedoman, layanan vaksinasi masih terbatas, harga vaksin tidak terjangkau dan belum ada dukungan pembiayaan asuransi,” tutur Prof Samsuridjal.

Prof Samsuridjal mengatakan, orang dewasa 100 kali lebih rentan meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan dengan vaksin daripada anak-anak.

Vaksinasi yang bisa diberikan pada orang dewasa antara lain Hepatitis B, Hepatitis A, Tetanus, MMR (measles-mumps-rubella/campak, gondongan dan rubela), tifoid (tifus), influenza, pneumokok (penyakit akibat pneumococcus), meningokok (penyakit meningitis).

Menurut Prof Samsuridjal, kelompok orang dewasa yang memerlukan imunisasi antara lain:
1. Usia lanjut (influenza) di atas 60 tahun.
2. Penderita penyakit kronis: penyakit paru kronis, penyakit jantung, gagal ginjal (influenza, Hepatitis B)
3. Petugas kesehatan yang berisiko (Hepatitis B, influenza)
4. Perempuan muda (MMR, HPV)
5. Wisatawan (Hepatitis A, tifoid)

Harga vaksin yang cukup mahal hingga kini masih menjadi kendala. Banyak orang yang enggan melakukan vaksinasi karena dianggap buang-buang uang dan menganggap tidak perlu karena merasa daya tahan tubuhnya cukup kuat. Padahal jika dibandingkan antara harga vaksin dengan keuntungan yang akan diperoleh, harga bukanlah masalah.

Untuk itu, menurut Prof Samsuridjal, yang harus dilakukan pertama kali jika ingin memulai program vaksinasi orang dewasa adalah mengubah paradigma berpikir tentang vaksin.

Paradigma yang harus diubah antara lain :
1. Imunisasi hanya untuk anak menjadi imunisasi untuk anak dan dewasa
2. Imunisasi merupakan biaya (pemborosan) menjadi imunisasi merupakan investasi yang amat menguntungkan tidak hanya bagi kesehatan tapi juga dari segi biaya
3. Imunisasi merupakan program pemerintah menjadi imunisasi merupakan kebutuhan keluarga

“Kita tidak pernah tahu kapan terjangkit suatu penyakit, untuk itu vaksin sangat diperlukan untuk mencegah penyakit tersebut, bahkan mencegah kematian,” katanya.

Untuk kasus Hepatitis B saja contohnya, dengan perkiraan kematiannya sebanyak 5.000 orang per tahun, maka dengan vaksinasi (efektivitas 90 persen), kematian yang dapat dicegah lumayan tinggi, yaitu 4.050 kematian.

dikutip dari http://health.detik.com/read/2010/02/21/130120/1303731/763/orang-dewasa-100-kali-lebih-rentan-meninggal-karena-tak-divaksin

Ampuh Indonesia

Posted June 30, 2011 by ampuhpeduli
Categories: hepatitis

Tags:

Aliansi Masyarakat Peduli Hepatitis Indonesia

Menyampaikan Pernyataan tertulis dalam acara Workshop Hepatitis yang diselenggarakan pada Selasa, 7 Juni 2011 di Gedung Kencana RSCM. Berikut isi pernyataan :

Terima kasih kepada Ibu Menteri Kesehatan atas ide pengobatan Hepatitis. Sudah lama masalah ini menjadi dambaan masyarakat, yaitu supaya tes dan pengobatan hepatitis bisa dinikmati masyarakat secara menyeluruh

  1. Masyarakat yang belum terinfeksi membutuhkan vaksinasi, sebaliknya temen-temen yang sudah terinfeksi membutuhkan pengobatan yang terakomodasi.
  2. Perhatian yang sungguh-sungguh dibutuhkan saudara-saudara kami yang menderita HIV dan Hepatitis. Selama ini mereka sudah berhasil berjuang melawan HIV, akan tetapi ancaman hepatitis nyata didepan kami.
  3. Sejak tahun 2000 mereka sudah berteriak mengenai masalah ini, sekarang saat yang tepat untuk bertindak!!!

 

Jakarta, 7 Juni 2011

Aliansi Masyarakat Peduli Hepatitis Indonesia

 

Hello world!

Posted June 30, 2011 by ampuhpeduli
Categories: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.