Obat Murah untuk Hepatitis Diharapkan Sudah Tersedia 2012

Jakarta, Obat murah untuk hepatitis khususnya yang disebabkan oleh virus, sangat dibutuhkan karena dikonsumsi dalam jangka panjang. Hepatitis B mendapat perhatian lebih karena paling berpeluang untuk menjadi kronis dan memicu sirosis hati (hatinya menyusut).

Jenis hepatitis yang satu ini juga bisa berkembang menjadi kanker hati, salah satu dari 10 jenis kanker paling banyak dialami orang Indonesia. Jika sudah sampai separah itu, maka tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya kecuali transplantasi hati yang sangat mahal.
Sementara untuk mengonsumsi obat-obatan agar tidak berkembang makin parah, saat ini harganya relatif mahal karena beberapa masih dilindungi paten. Salah satunya adalah injeksi interferon yang harganya mencapai Rp 60-100 juta, meski dijamin sembuh dalam waktu 6-12 bulan.

Sebenarnya ada pilihan lain yakni tablet antivirus, namun tidak ada jaminan untuk sembuh karena sifatnya hanya mengontrol agar tidak semakin parah. Kadang harus dikonsumsi seumur hidup, padahal lebih meski murah dari injeksi harganya tetap berkisar di atas Rp 500 ribu/bulan.

Anggota Persatuan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI FACP mengatakan ada 2 cara untuk mengupayakan obat murah bagi penderita hepatitis yang harus minum obat dalam jangka panjang. Keduanya butuh dukungan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

Cara yang pertama adalah melalui compulsary licence, atau pembebasan paten oleh pemerintah. Artinya obat-obatan yang masih dilindungi paten akan dibuatkan versi generiknya oleh pemerintah, dengan ganti rugi tertentu bagi perusahaan yang memegang hak patennya.

Salah satu syarat untuk melakukan compulsary licence adalah, obat tersebut nantinya harus dibagikan secara gratis. Peraturan yang berlaku melarang pemerintah untuk mengupayakan compulsary licence jika akhirnya obat tersebut dijual, sekalipun dengan harga murah.
Sedangkan cara kedua adalah melalui kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan obat yang memegang paten. Dengan cara ini, obat bisa dijual dengan sangat mudah dari yang tadinya Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta menjadi sekitar Rp 100 atau 200 ribu.

Prof Samsuridjal mengatakan, langkah apapun yang nantinya diambil oleh pemerintah akan sangat ditunggu karena nasib para pengidap hepatitis sangat tergantung pada kebijakan tersebut. Karenanya ia berharap, tahun depan langkah-langkah menuju ke sana sudah mulai bisa dijalankan.
Pemerintah sendiri sangat mendukung obat murah untuk hepatitis dengan mengangkat isu ini di forum WHO, namun pelaksanaannya banyak mengalami hambatan. Maka itu Persatuan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) berharap program ini mulai direalisasikan tahun depan (2012).

“Hepatitis bisa menjadi isu dunia salah satunya karena Menkes kita yang membawanya ke forum WHO, bersama-sama dengan Brazil dan Columbia. Karena itu saya optimistis Menkes pasti mendukung. Tinggal prosedur dan peraturannya saja yang masih harus dijalankan,” ungkap Prof Samsuridjal saat ditemui detikHealth usai seminar Meningkatkan Upaya Pencegahan dan Penatalaksanaan Hepatitis di RS Cipto Mangunkusumo, Selasa (7/6/2011).

Explore posts in the same categories: hepatitis

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: