Orang Dewasa 100 Kali Lebih Rentan Meninggal Karena Tak Divaksin

Masyarakat menganggap vaksinasi hanya perlu diberikan pada anak-anak untuk membentuk daya tahan tubuhnya. Padahal orang dewasa pun sebenarnya perlu. Hanya saja vaksin untuk orang dewasa kurang mendapat perhatian.
Hal itu disampaikan oleh Prof DR dr. Samsuridjal Djauzi SpPD, KAI, FACP, FINASIM, anggota PAPDI dan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa dalam seminar ‘Adults Vaccination: Cost vs Investment’ di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).
“Imunisasi untuk orang dewasa kurang diperhatikan karena kurangnya informasi mengenai efektivitas, belum ada pedoman, layanan vaksinasi masih terbatas, harga vaksin tidak terjangkau dan belum ada dukungan pembiayaan asuransi,” tutur Prof Samsuridjal.

Prof Samsuridjal mengatakan, orang dewasa 100 kali lebih rentan meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan dengan vaksin daripada anak-anak.

Vaksinasi yang bisa diberikan pada orang dewasa antara lain Hepatitis B, Hepatitis A, Tetanus, MMR (measles-mumps-rubella/campak, gondongan dan rubela), tifoid (tifus), influenza, pneumokok (penyakit akibat pneumococcus), meningokok (penyakit meningitis).

Menurut Prof Samsuridjal, kelompok orang dewasa yang memerlukan imunisasi antara lain:
1. Usia lanjut (influenza) di atas 60 tahun.
2. Penderita penyakit kronis: penyakit paru kronis, penyakit jantung, gagal ginjal (influenza, Hepatitis B)
3. Petugas kesehatan yang berisiko (Hepatitis B, influenza)
4. Perempuan muda (MMR, HPV)
5. Wisatawan (Hepatitis A, tifoid)

Harga vaksin yang cukup mahal hingga kini masih menjadi kendala. Banyak orang yang enggan melakukan vaksinasi karena dianggap buang-buang uang dan menganggap tidak perlu karena merasa daya tahan tubuhnya cukup kuat. Padahal jika dibandingkan antara harga vaksin dengan keuntungan yang akan diperoleh, harga bukanlah masalah.

Untuk itu, menurut Prof Samsuridjal, yang harus dilakukan pertama kali jika ingin memulai program vaksinasi orang dewasa adalah mengubah paradigma berpikir tentang vaksin.

Paradigma yang harus diubah antara lain :
1. Imunisasi hanya untuk anak menjadi imunisasi untuk anak dan dewasa
2. Imunisasi merupakan biaya (pemborosan) menjadi imunisasi merupakan investasi yang amat menguntungkan tidak hanya bagi kesehatan tapi juga dari segi biaya
3. Imunisasi merupakan program pemerintah menjadi imunisasi merupakan kebutuhan keluarga

“Kita tidak pernah tahu kapan terjangkit suatu penyakit, untuk itu vaksin sangat diperlukan untuk mencegah penyakit tersebut, bahkan mencegah kematian,” katanya.

Untuk kasus Hepatitis B saja contohnya, dengan perkiraan kematiannya sebanyak 5.000 orang per tahun, maka dengan vaksinasi (efektivitas 90 persen), kematian yang dapat dicegah lumayan tinggi, yaitu 4.050 kematian.

dikutip dari http://health.detik.com/read/2010/02/21/130120/1303731/763/orang-dewasa-100-kali-lebih-rentan-meninggal-karena-tak-divaksin

Explore posts in the same categories: hepatitis

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: