Harapan akan obat baru bagi penderita Hepatitis C

WASHINGTON, 30 Maret 2011 (AFP) – Pencampuran tiga jenis obat, termasuk zat antivirus kelas baru, telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam mengobati hepatitis C sebuah penyakit yang menyerang hati, demikian yang diungkapkan sebuah penelitian pada hari Rabu.
“Studi penelitian ini merupakan kemajuan yang luar biasa dan memberikan penyembuh potensial bagi orang yang menderita hepatitis C, yang tidak bisa disembuhkan dengan terapi sebelumnya,” kata Stuart Gordon, wakil peneliti dari RS Henry Ford di Detroit.

“Penelitian ini mengantarkan era baru perkembangan obat yang bisa menyediakan serangkaian zat antivirus untuk mengobati hepatitis C, dan saat ini kita menyaksikan kemajuan yang dramatis dan cepat dalam bagaimana kita akan mampu mengobati pasien seperti ini.”

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Jurnal Kedokteran New England edisi tanggal 31 Maret mengungkapkan keefektifan sebuah obat yang disebut boceprevir dalam mengobati hepatitis C, penyakit virus kronis yang mempengaruhi sejumlah 3,2 milyar orang

Pada waktu dulu, penyakit ini bisa menyebar melalui kontak dengan produk darah yang terinfeksi, pengguna narkoba yang berbagi jarum atau sedotan selama penggunaan kokain, atau melalui hubungan seks tanpa pengaman dengan orang yang telah terjangkiti virus tersebut.

Saat ini belum ada vaksin untuk virus hepatitis C, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa terdapat sekitar 12.000 orang Amerika meninggal setiap tahun karena penyakit hati dan kanker hati yang terkait dengan penyakit itu.

Sebagian besar orang yang terkena penyakit ini dapat hidup tanpa gejala selama bertahun-tahun, tapi ketika ditemukan seringkali sudah terlambat baginya untuk bisa diobati dengan menggunakan dua obat yang ada saat ini.

Dalam penelitian, lebih dari 1.000 orang pasien dari beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada dibagi menjadi tiga kelompok. Ketiga kelompok tersebut menerima pengobatan dua obat: peginterferon dan ribavirine (Rebetol), selama empat minggu.

Kelompok pertama lalu kemudian menerima pengobatan yang sama selama 44 minggu, kelompok kedua menambahkan boceprevir ke kedua obat lainnya selama 32 minggu, dan kelompok ketiga menggunakan percampuran dari tiga obat selama 44 minggu.

Kedua kelompok yang menerima dosis boceprevir menunjukkan respon yang lebih baik, dan pada beberapa kasus virusnya bahkan menghilang dari darah mereka.

Boceprevir secara khusus menargetkan virus hepatitis C dan menghambat mereka untuk mereplikasi di dalam tubuh pasien. Pada kelompok kedua, 59 persen pasien merespon pengobatan dan pada grup ketiga sekitar 66 persen.

Respon virologi biasanya dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa virus telah disingkirkan dari tubuh pasien. Boceprevir yang telah dikembangkan Merck, saat ini dengan menjalani pemeriksaan sebelum disetujui untuk digunakan secara umum oleh Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA).

Sumber: Agence France-Presse

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: